Siapa saja yang telah bersyahadat, mengakui Allah sebagai Tuhan dan Rasulullah SAW sebagai panutan, maka hakekatnya dia telah menyerahkan ketaatannya kepada aturan Islam. Berbahagialah mereka yang telah menepati janjinya. Allah berfirman:
wa man yuti’i-llaaha wa-rrosuula fa-u-laa-ika ma’a-lladziina an’ama-lloohu ‘alaihim mina-nnabiyyiina wa-shshiddiiqiina wa-sysyuhadaa-i wa-shshoolihiina wa hasuna u-laa-ika rofiiqoo’. (An Nisaa : 69)
“Barangsiapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shaleh. Mereka itulah sebaik-baik teman.Demikianlah kedudukan orang-orang yang jujur di sisi Allah. Kedudukan mereka sejajar dengan para nabi dan orang-orang yang mati syahid.
Diantara orang-orang yang jujur itu terdapat para pedagang yang jujur. Terhadap mereka Rasulullah SAW pernah bersabda:
‘An abi sa’iidi-l khudri ra, ‘ani-nnabiyyi saw, qoola: attaajiru-shshoduuqu-l-amiinu ma’a-nnabiyyiina wa-shshiddiqiina wa-sysyuhadaa-i. (rowahu tirmidzi wa qoola hadiitsu hasan).
‘Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya, kelak di hari kiamat akan mendapat kedudukan bersama para nabi, para shiddiqiin dan para syuhada’.
Rasulullah memberikan perhatian yang besar terhadap para pedagang, sehingga banyak sekali nasehat Beliau SAW untuk para pedagang. Beberapa nasehat tersebut antara lain:
- Penjual dan pembeli diperbolehkan khiyar (melanjutkan atau membatalkan jual beli) sebelum berpisah.
- Apabila keduanya jujur dan menerangkan keadaan dagangan sebenarnya maka jual beli itu akan mendatangkan keberkahan.
- Jika salah satunya curang atau menyembunyikan sesuatu maka akan hilang keberkahan jual beli itu. (Bukhari-Muslim dari Hakim bin Hizam)
- Ada tiga golongan yang Allah tidak akan melihatnya, tidak mengampuni dosanya dan akan memberinya siksa yang pedih, yaitu: orang yang berpakaian secara riya’, orang yang menyebut-nyebut sedekahnya dan pedagang yang menjual dengan sumpah palsu. (Muslim dan Abu Dawud dari Abu Dzar)
- Empat orang mendapat murka Allah, yaitu: pedagang yang bersumpah palsu, orang fakir yang besar kepala, orang tua yang berzina, dan penguasa yang menyimpang dari kebenaran. (Nasa-i dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)
Maraji’: Miftahu-l-khithoobah wa-l-wa’dhi, hal. 485